Search

Novel Meg Cabot – Every Boy’s Got One

Satu novel apik karya Meg Cabot yang berjudul Every Boy’s Got One, memang patut aku rekomendasikan untuk dibaca. Khususnya bagi kalian pecinta novel unik. Karena, gaya bahasa dan penceritaan yang berbeda ini jujur baru kali ini aku temui.

Sudah pernah nonton film 500 Days of Summer? Tertarik dengan plot maju mundur yang unik dan tak bertele-tele? Kalo aku sih bukan hanya tertarik. Tapi sangaaaaattttt tertarik. Like it so much! Menurutku film itu asyik dan lain daripada yang lain. Bahkan aku heran, mengapa banyak dari temenku yang nggak suka dengan alasan “bingung” atau “pusing” ya? Apakah mungkin memang jalan ceritanya terlalu ‘cepat’, atau teman-temanku yang tidak bisa menilai film bagus? (hahaha… sorry gals).

Ok, kembali ke topic awal. Intinya, novel Every Boy’s Got One ini bagus! Jika diperhatikan, sepanjang awal kita tidak akan menemui tulisan dari sudut pandang sang penulis. Bye Bye aja untuk kalimat, “suatu hari…” atau “lalu Jane Harris pergi ke…”, karena bagaimanapun kalian tidak akan menemukannya. Karena disini, semua diceritakan dari sudut pandang Para Tokohnya. Bingung? Aku juga bingung sih ngejelasinnya :P

SPOILER ALERT:
Jane Harris, wanita kartunis pencipta Wondercat, senang sekali membayangkan perjalanan pertamanya ke Eropa. Tapi ini bukan untuk liburan, ia diminta untuk menjadi pendamping pengantin wanita (yang juga sahabat baiknya) yang berniat kawin lari di Italia.
Sang mempelai pria juga mengajak sahabatnya, Cal Langdon, untuk menjadi pendampingnya. Sejak awal bertemu, Jane sudah sebal pada Cal, penulis buku dan koresponden luar negeri itu. Jane merasa diremehkan, dan curiga cowok itu punya niat jelek, karena Cal anti pernikahan.
Ternyata, Le Marche di pedalaman Itaalia itu sangat “ketinggalan zaman”. Tidak ada toilet duduk, lampu-lampu padam kalau oven dihidupkan… dan semua toko, restoran, perkantoran tutup selama 3 jam saat makan siang! Lalu muncul masalah besar yang menghalangi pernikahan sahabatnya. Demi sahabatnya, Jane terpaksa menyeret Cal untuk membantunya menyelamatkan pernikahan itu…

Nah! Uniknya, dari halaman awal, kita akan membaca dari sudut pandang Jurnal Perjalanan Jane Harris, PDA Cal Langdon, dan segala email2 dari Blackberry para tokohnya. Serta dibumbui beberapa lampiran kecil seperti tiket pesawat, buku menu makanan, banner, dan bon belanja. Hanya itu! Dan unsur2 tersebut sudah bisa untuk membuat satu kesatuan cerita yang utuh dan jelas! Keren kan?

Penasaran? Silahkan mulai hunting di toko2 buku terdekat, atau di persewaan buku jika kalian suka mencari yang murah meriah, atau juga pinjam teman bagi kalian yang penggemar gratisan. ^_^

5 komentar:

ernidw

wuah lama tak membaca bukunya Meg Cabot

trisna

jadi mengingatkan saya untuk rajin membaca... hehehe... sudah kelamaan gak nikmatin novel2 bagus... i will look forward to read this book, if i had the time i mean :(

3sna's latest post The Importance of Knowing Plastic ID Numbers

Andrea Kugy

erni: kamu harus membaca buku ini!! unik banget!

trisna: jangan pernah bosan untuk terus membaca... apalagi untuk buku2 bagus semacam ini. ehmm... punya judul lain yang direkomendasikan? :)

Kitajima reena

Waw mesti baca nie.

Febrina C

wah, saya salah satu penggemar beratnya Meg Cabot lho. Tapi kok susah ya nyari buku2nya yg komplit. Cuma Princess Diaries aja yg series dan diterbitin komplit di Indonesia. Yg lainnya lamaaa,, Adakah yg tau Size 14 is not fat eithernya Meg Cabot? Thanks a lot ^_^

Post a Comment