Search

Surat Cinta dari Bintang

Entah kenapa, tiba-tiba aku ingat cinta pertamaku semasa SMP. Cinta pertama yang harusnya manis, malah kualami penuh sakit dan luka. Semua itu karena aku terjebak dalam sebuah penantian yang panjang… jika mungkin, aku ingin memberikan surat ini pada cinta pertamaku itu. Agar dia akhirnya bisa tahu, bagaimana sebenarnya perasaanku saat itu… cieeeeeeee…….. Puitis euy!
Surat ini aku kutip dari buku karya Mohammar Emka yang berjudul ‘Beib, Aku Sakau; Cinta Banget Gitu Loh…!’

Dear,
Bulan, kekasih impianku.

Untuk satu cinta yang kubela dan yakini, biarlah aku lebur hancur dalam penantian yang tak berujung. Apalah artinya masa yang terlewati, jika semuanya menuju padamu. Sudah tak ada bedanya mana luka mana bahagia. Bagiku dua-duanya menyimpan maknanya sendiri. Luka tak selamanya menyakitkan, bahagia juga tak selamanya bertabur senyum. Luka karena mencintaimu adalah bahagia yang kusyukuri. Betapa agung karunia ini. Tak penah aku merasa sia-sia mendambamu. Berharap suatu saat akan datang sebuah masa, kau membuka tanganmu untuk kurengkuh. Meskipun mungkin masa itu hanya sehari bahkan sedetik, aku rela. Bisa MENCINTAIMU saja CUKUPLAH bagiku. Karena kau telah menjadikanku sebagai manusia yang punya hati.

Love,
Bintang, yang menunggumu.


NB: buat yang berinisial TSN… di salah satu belahan bumi ini nun jauh disana... aku ingin kmu tahu, bahwa aku adalah bintang, dan aku pernah menunggumu…

0 komentar:

Post a Comment